
Dalam dunia konstruksi modern, manufaktur, hingga kebutuhan rumah tangga, pengelasan menjadi salah satu keahlian teknis yang memiliki peran sangat penting. Hampir semua struktur berbahan logam mulai dari pagar, kanopi, rangka atap, railing tangga, hingga konstruksi baja skala besar tidak bisa dilepaskan dari proses pengelasan yang tepat dan berkualitas.
Seorang tukang las profesional tidak cukup hanya bisa menyalakan mesin las dan menyambung besi. Ia harus memahami karakter material, jenis sambungan, posisi pengelasan, serta teknik las yang paling sesuai agar hasilnya kuat, rapi, dan tahan lama. Kesalahan dalam memilih teknik pengelasan dapat menyebabkan sambungan cepat retak, berkarat, bahkan gagal struktur yang membahayakan keselamatan.
Di era persaingan jasa seperti sekarang, penguasaan berbagai teknik pengelasan juga menjadi nilai jual utama bagi jasa tukang las.

1. Teknik Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding)
Las SMAW atau las listrik manual merupakan teknik pengelasan paling dasar sekaligus paling wajib dikuasai oleh setiap tukang las, baik pemula maupun profesional.
Las SMAW adalah proses pengelasan yang menggunakan elektroda terbungkus fluks sebagai bahan tambah. Saat elektroda mencair bersamaan dengan logam induk, terbentuklah sambungan yang kuat. Selain itu, lapisan fluks menghasilkan gas pelindung dan terak (slag) yang melindungi logam cair dari pengaruh udara luar, seperti oksigen dan nitrogen. Panas dari busur listrik ini melelehkan elektroda dan permukaan besi, kemudian menyatu saat mendingin.
Karakteristik Las SMAW
- Menggunakan arus AC atau DC
- Elektroda habis pakai
- Menghasilkan terak yang harus dibersihkan
Kelebihan Las SMAW
- Sangat fleksibel untuk berbagai kondisi kerja
- Dapat digunakan di area sempit dan terbuka
- Cocok untuk hampir semua jenis besi dan baja
Kekurangan Las SMAW
- Kecepatan kerja lebih lambat dibanding las MIG
- Membutuhkan teknik tangan yang stabil
Aplikasi Las SMAW
Las SMAW banyak digunakan untuk pagar besi, pagar BRC, kanopi, teralis, rangka baja, serta perbaikan konstruksi karena kekuatan sambungannya yang tinggi.
2. Teknik Las MIG (Metal Inert Gas)
Operator menggunakan las MIG, teknik pengelasan semi otomatis, pada industri modern karena teknik ini menghasilkan hasil pengelasan yang cepat dan rapi.
Operator melakukan proses las MIG dengan menggunakan kawat las kontinu sebagai bahan tambah, sementara gas pelindung melindungi kolam las.
Kawat las akan keluar otomatis dari torch, meleleh karena panas busur listrik, lalu menyatu dengan logam induk.
Karakteristik Las MIG
- Hampir tidak menghasilkan terak
- Hasil lasan halus
- Proses stabil
Kelebihan Las MIG
- Produktivitas tinggi
- Hasil las rapi dan konsisten
- Cocok untuk produksi massal
Kekurangan Las MIG
- Tidak cocok untuk area berangin
- Biaya operasional lebih tinggi
Aplikasi Las MIG
Digunakan untuk rangka besi, pagar modern, industri otomotif, dan pekerjaan fabrikasi.
3. Teknik Las TIG (Tungsten Inert Gas)
Las TIG menghasilkan sambungan yang rapi, bersih, dan presisi, sehingga banyak tukang las menganggap teknik ini sebagai standar kualitas tinggi dalam dunia pengelasan.
Busur listrik pada las TIG melelehkan logam induk, sementara elektroda tungsten tetap utuh.
Karakteristik Las TIG
- Elektroda tidak habis pakai
- Kontrol panas sangat stabil
- Hampir tidak menghasilkan percikan
- Tampilan hasil las sangat halus
Kelebihan Las TIG
- Kualitas sambungan sangat kuat dan rapi
- Cocok untuk material tipis
- Sangat baik untuk pekerjaan estetika
- Minim risiko cacat las
Kekurangan Las TIG
- Proses pengelasan relatif lambat
- Membutuhkan keterampilan dan konsentrasi tinggi
- Biaya peralatan lebih mahal
Aplikasi Las TIG
Operator menggunakan las TIG untuk mengelas stainless steel, aluminium, railing tangga, pagar stainless, tangki, serta pipa industri, karena teknik ini mampu memberikan tingkat kebersihan dan kekuatan yang tinggi.
4. Teknik Las Oksi Asetilen (Las Karbit)
Teknik las oksi asetilen atau las karbit mengelas logam secara konvensional, dan para tukang las telah mempraktikkannya sejak lama hingga saat ini.
Proses las karbit memanfaatkan nyala api hasil pembakaran gas oksigen dan asetilen.
Karakteristik Las Karbit
- Tidak menggunakan listrik
- Kontrol panas manual
- Proses relatif lambat
Kelebihan Las Karbit
- Dapat digunakan di lokasi tanpa listrik
- Peralatan relatif sederhana
- Multifungsi untuk berbagai pekerjaan logam
Kekurangan Las Karbit
- Kekuatan las tidak sebaik las listrik
- Risiko keselamatan lebih tinggi jika tidak terampil
Penerapan Las Karbit
Operator biasanya menggunakan teknik ini untuk perbaikan ringan, di bengkel kecil, saat pekerjaan darurat, atau sebagai media pembelajaran dasar pengelasan.
5. Teknik Las FCAW (Flux Cored Arc Welding)
Teknik las FCAW menghasilkan penetrasi yang dalam dan kekuatan sambungan tinggi, khususnya pada material tebal.
Kawat las FCAW memiliki inti fluks yang akan mencair dan menghasilkan gas pelindung saat proses pengelasan berlangsung. Hal ini memungkinkan pengelasan tetap stabil meski tanpa gas tambahan.
Karakteristik FCAW
- Menghasilkan asap dan percikan cukup banyak
- Memiliki penetrasi las dalam
- Cocok untuk pekerjaan berat
Kelebihan Las FCAW
- Sangat efektif untuk material tebal
- Tahan terhadap kondisi angin
- Produktivitas tinggi
Kekurangan Las FCAW
- Hasil las perlu dibersihkan dari terak
- Tampilan kurang estetis tanpa finishing
Aplikasi FCAW
Kontraktor dan tukang las menerapkan teknik ini pada proyek gedung bertingkat, jembatan, gudang, serta struktur baja besar, karena proyek-proyek tersebut menuntut kekuatan sambungan yang maksimal.
6. Teknik Las SAW (Submerged Arc Welding)
Industri berat menggunakan teknik las SAW secara otomatis untuk menangani volume pekerjaan yang tinggi.
Busur las terbentuk di bawah lapisan serbuk fluks sehingga proses pengelasan tidak terlihat langsung. Fluks ini berfungsi melindungi logam cair dan meningkatkan kualitas sambungan.
Karakteristik Las SAW
- Proses pengelasan stabil dan konsisten
- Minim percikan dan asap
- Biasanya dilakukan secara otomatis
Kelebihan Las SAW
- Kekuatan sambungan sangat tinggi
- Efisiensi kerja sangat baik
- Cocok untuk pengelasan panjang
Kekurangan Las SAW
- Tidak fleksibel untuk pekerjaan lapangan
- Membutuhkan mesin khusus
Aplikasi Industri
Digunakan pada pembuatan pipa besar, tangki industri, dan struktur baja berat di pabrik manufaktur.
7. Teknik Las Spot Welding
Las spot welding menyambung dua atau lebih pelat logam tipis tanpa menggunakan bahan tambah. Pada metode las spot welding, operator menjepit dua lembar logam dengan elektroda tembaga, lalu mengalirkan arus listrik besar dalam waktu sangat singkat hingga logam pada titik tersebut meleleh dan menyatu.
Tekanan dari elektroda dan panas akibat resistansi listrik menghasilkan titik las (spot) yang kuat.
Karakteristik Spot Welding
- Tidak menggunakan kawat las
- Waktu pengelasan sangat singkat
- Sambungan berbentuk titik
Kelebihan Las Spot Welding
- Proses sangat cepat dan efisien
- Hemat biaya produksi
- Cocok untuk pekerjaan berulang
Kekurangan Las Spot Welding
- Hanya cocok untuk pelat tipis
- Tidak bisa digunakan untuk semua jenis material
Aplikasi Las Spot Welding
Industri otomotif, pembuatan body kendaraan, peralatan rumah tangga berbahan pelat logam, dan sektor manufaktur massal menggunakan teknik ini.
8. Teknik Las Seam Welding
Las seam welding merupakan pengembangan dari las spot welding, sehingga menghasilkan sambungan las yang memanjang dan kontinu. Pada teknik ini, operator secara berkesinambungan membuat sambungan las dengan menggunakan roda elektroda yang berputar mengikuti jalur sambungan. Roda elektroda menekan dan mengalirkan arus listrik secara berkesinambungan sehingga terbentuk sambungan rapat tanpa celah.
Karakteristik Seam Welding
- Sambungan berbentuk garis
- Kedap udara dan cairan
- Cocok untuk produksi massal
Kelebihan Las Seam Welding
- Sambungan kuat dan seragam
- Cocok untuk produk yang membutuhkan kekedapan
Kekurangan Las Seam Welding
- Peralatan khusus dan mahal
- Kurang fleksibel untuk pekerjaan lapangan
Contoh Penerapan
Digunakan pada pembuatan tangki air, drum, kaleng logam, dan pipa tipis.
9. Teknik Las Plasma Arc Welding (PAW)
Las plasma merupakan teknik pengelasan lanjutan yang mengandalkan busur plasma bersuhu sangat tinggi. Las plasma adalah pengembangan dari las TIG dengan busur las yang lebih terkonsentrasi dan stabil. Proses ini menghasilkan busur plasma dengan mengalirkan gas terionisasi melalui nozzle kecil, sehingga panas terfokus pada area las.
Karakteristik Las Plasma
- Suhu sangat tinggi
- Presisi tinggi
- Kontrol penetrasi sangat baik
Kelebihan Las Plasma
- Kualitas las sangat halus dan kuat
- Minim cacat
- Cocok untuk material tipis dan presisi
Kekurangan Las Plasma
- Biaya peralatan mahal
- Membutuhkan operator berpengalaman
Aplikasi Las Plasma
Digunakan pada industri penerbangan, alat medis, dan manufaktur presisi tinggi.
10. Teknik Pengelasan Berdasarkan Posisi
Teknik pengelasan berdasarkan posisi merupakan kemampuan wajib, karena hal ini membedakan tukang las biasa dengan tukang las profesional.
Penjelasan Posisi Las Secara Detail
- Flat (Datar): Posisi paling stabil karena logam cair tidak mudah mengalir. Cocok untuk pemula dan menghasilkan kualitas las paling konsisten.
- Horizontal: Posisi ini membutuhkan kontrol kecepatan dan sudut elektroda agar logam cair tidak turun ke bawah akibat gravitasi.
- Vertical: Pengelasan dilakukan dari bawah ke atas atau sebaliknya. Membutuhkan pengaturan panas dan ayunan tangan yang tepat agar penetrasi merata.
- Overhead: Posisi paling sulit karena dilakukan di atas kepala. Risiko percikan las tinggi sehingga membutuhkan teknik, pengalaman, dan perlindungan keselamatan ekstra.
Pentingnya Menguasai Semua Posisi Las
Tukang las sering menghadapi posisi sulit saat mengerjakan konstruksi, seperti pagar BRC, kanopi, dan rangka baja. Oleh karena itu, penguasaan semua posisi tidak hanya menunjukkan profesionalitas, tetapi juga meningkatkan nilai jasa di mata klien.
11. Teknik Persiapan Sambungan Las
Banyak kegagalan pengelasan terjadi karena kurang tepatnya persiapan sambungan. Tahap ini menjadi sangat krusial sebelum proses pengelasan dimulai.
Penjelasan Tahapan Persiapan Sambungan
- Pembersihan Material: Karat, cat, minyak, dan kotoran harus dibersihkan agar hasil las menyatu sempurna.
- Penentuan Jenis Sambungan: Menentukan apakah sambungan butt, fillet, lap, atau T-joint sesuai kebutuhan konstruksi.
- Pembuatan Bevel/Kampuh: Untuk material tebal, kampuh diperlukan agar penetrasi las maksimal.
- Pengaturan Celah Sambungan: Celah yang tepat mencegah cacat las seperti kurang penetrasi atau porositas.
Dampak Persiapan yang Baik
Persiapan yang tepat akan menghasilkan sambungan lebih kuat, minim perbaikan ulang, serta memperpanjang usia konstruksi besi.
12. Teknik Finishing dan Inspeksi Las
Finishing dan inspeksi merupakan tahap akhir yang menentukan kualitas visual dan keamanan hasil pengelasan.
Penjelasan Finishing Pengelasan
- Membersihkan terak dan sisa fluks agar tidak menimbulkan karat
- Menggerinda bekas las supaya rapi dan estetis
- Penyesuaian bentuk sesuai desain pagar, kanopi, atau railing
Penjelasan Inspeksi Hasil Las
- Pemeriksaan Visual: Mengecek adanya retak, porositas, atau cacat permukaan
- Pemeriksaan Kekuatan: Memastikan sambungan tidak rapuh dan mampu menahan beban
- Perbaikan Ulang: Dilakukan jika ditemukan cacat agar hasil benar-benar aman
Tukang las profesional tidak pernah mengabaikan tahap ini karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kepuasan pelanggan.
Gunakan Jasa Tukang Las Profesional dan Berpengalaman
Meskipun menguasai berbagai teknik pengelasan itu penting, pengalaman lapangan tetap menjadi faktor utama. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil las yang kuat, rapi, dan tahan lama, sebaiknya percayakan pekerjaan Anda kepada jasa tukang las profesional yang sudah terbukti kualitasnya.
Layanan Jasa Pengelasan Kami
- Pembuatan & pemasangan pagar besi dan pagar BRC
- Kanopi besi, kanopi baja ringan, dan rangka atap
- Railing tangga, balkon, dan pegangan besi
- Teralis jendela dan pintu rumah
- Konstruksi rangka baja dan gudang
- Perbaikan, renovasi, dan modifikasi las
Kenapa Memilih Jasa Kami?
- Tukang las berpengalaman dan profesional
- Menguasai teknik las SMAW, MIG, TIG, hingga FCAW
- Hasil las kuat, rapi, dan presisi
- Harga bersaing dan transparan
- Bisa survey lokasi dan konsultasi gratis
Apabila Anda membutuhkan tukang las terpercaya untuk rumah, bangunan, atau proyek konstruksi, maka hubungi kami 082313370974 sekarang dan dapatkan solusi pengelasan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tukanglasjogja.co.id adalah layanan las profesional yang siap menjadi solusi terpercaya untuk kebutuhan rumah, toko, hingga proyek strategis Anda. Kami menawarkan harga grosir, pengerjaan cepat, dan hasil berkualitas yang telah diakui. Kami siap memenuhi kebutuhan dan mengerjakan sepenuh hati.

















